September 13th, 2008
Suatu hari Bedu mampir ke sebuah toko buku yang sudah tua, agak remang-remang dan pengunjungnya jarang, suasananya sedikit angker. Toko itu hanya dijaga oleh seorang kakek yang sudah tua sekali.
Bedu adalah penggemar cerita horor, jadi buku yang dia cari ya cerita-cerita horor. Setelah dicari-cari, ketemulah buku yang berisi kumpulan cerita horor. Tanpa pikir panjang Bedu langsung menuju kasir untuk membayar.
Bedu : ?Yang ini berapa harganya??
Kakek : ?Sembilan puluh ribu nak?
Bedu : ?Waduh, mahal bener kek, padahal bukunya tipis gini??
Kakek : ?Kalau tidak ingin beli, kembalikan saja bukunya?
Bedu : (Kata Bedu dalam hati) ?Waduh, mana duitku pas-pasan lagi?.
Tapi karena sudah niat sekali, akhirnya Bedu membeli buku itu juga. Setelah membayar Bedu langsung keluar dari toko, namun baru sampai di pintu toko kakek itu memanggil Bedu,
Kakek : ?Nak, jangan coba-coba membuka halaman terakhir dari buku itu kalau tidak ingin menyesal nantinya?
Bedu merinding dan hanya bisa menelan ludah saja tanda kaget lalu segera ia meninggalkan toko buku yang angker itu.
Tengah malam, tiba-tiba hujan turun deras sekali disertai petir yang menggelagar dan angin kencang membuat jendela kamar Bedu terbuka.
Angin kencang yang bertiup masuk ke kamar Bedu membuatnya terbangun dari tidurnya. Angin itu juga membuat buku horor yang dibelinya tadi siang membalikkan halamannya satu demi satu dengan cepat.
Teringat ucapan kakek penjaga toko, Bedu langsung menahan buku itu agar tidak membalikkan halaman lagi, namun apa daya halaman terakhir dari buku itu sudah terbuka.
Bedu ketakutan dan dengan pelan-pelan ia ingin melihat isi dari halaman terakhir itu. Isi dari halaman terakhir dari buku itu adalah:
?KUMPULAN CERITA-CERITA HOROR.. SELESAI... DAPATKAN JUGA KOLAKSI-KOLEKSI CERITA HOROR LAINNYA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA, HANYA SEHARGA Rp. 15.000,- ?
Tags: Humour
Posted in Artikel, Humour | Comments Off
September 13th, 2008
Waktu kuliah ilmu penyakit dalam di sebuah fakultas kedokteran, sang profesor masuk kelas dengan membawa sebuah gelas berisi cairan berwarna kekuningan.
"Nah anak-anak semua, hari ini kita akan kuliah mengenai penyakit diabetes mellitus, atau sering disebut kencing manis" kata si prof.
"Tuh botol isinya apaan prof ?" seorang mahasiswa nanya.
"Tebak aja. Tahu kan kenapa disebut kencing manis ?" jawab si prof.
"Tahu dong prof. Katanya air seni penderita diabetes itu manis ya prof?" jawab si mahasiswa tadi.
"Katanya.. Udah pernah coba belum ?" tantang si prof.
"Eh .. Uhm ... ehhm... belom." si mahasiswa menjawab takut-takut.
"Nah, gelas ini isinya air seni orang diabetes. Saya cobain dulu, ntar abis saya gantian satu kelas cobain yah .."
Para mahasiswa melihat si prof dengan tenang mencelupkan sebuah jarinya ke dalam botol, lalu tampak si prof menjilat.
"Nah, saya sudah coba, sekarang kamu gantian cobain deh."
Mau nggak mau, karena udah dicontohin, para mahasiswa mencoba satu demi satu. Dan mereka setuju, memang agak manis rasanya.
"Bener prof ... hkk hkkk emang agak manis rasanya ... "
"Nah udah coba semuaa....?" tanya prof.
"Udaaaahhhhhh .... "
Lalu si prof mulai ngasih kuliah tentang penyakit diabetes dan lain-lain. Pas udah mau habis.
"Nah sebelum saya keluar ada sedikit info lagi nih"
"Kalian tadi memperhatikan nggak, kalau saya mencelupkan jari tengah, tapi saya menjilat jari telunjuk .... "
?!@#@#$$@
Tags: Humour
Posted in Artikel, Humour | Comments Off
September 13th, 2008
Ada seorang anak bernama Ponidi.Dia terkenal sangat bodoh. Suatu hari Ponidi disuruh ibunya jualan ayam ke pasar.
Karena tau kalo anaknya itu bodoh, Ibu pun memberinya nasehat.
"Jika ada yang bertanya siapa kamu, jawabnya anak mak sarimah, jika ada yang bertanya apa yang kamu bawa, jawabnya seekor ayam, jika ada yang menawarkan dengan harga murah, jawabnya sebegitu belum cukup, dua kali lipatnya.. jika orang itu mau beli, jawabnya iya.."
di perjalanan Ponidi bertemu dengan seorang polisi
Polisi : "Apa yang kamu bawa?"
Ponidi : "Anak mak sarimah.."
Polisi mulai berang
Polisi : "Kamu tau siapa saya?"
Ponidi : "Seekor AYAM.."
Polisi marah
Polisi : "Kurang ajar kamu ya!! ku tampar kamu 2 kali ya!!"
Ponidi : "Sebegitu belum cukup.. dua kali lipatnya.."
Polisi pun menampar dia 4 kali
Polisi : "Masih mau ditampar??!!"
Ponidi : "IYA"
Polisi : "????!!!?"
Tags: Humour
Posted in Artikel, Humour | Comments Off