September 30th, 2009
Seorang kakek pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama istrinya. Namun saat berbelanja, Kakek terpisah dari istrinya.
Kakek pun berusaha untuk mencari namun gagal. Sebab, kakek terserang "penyakit pikun" yang cukup parah. Untungnya sang kakek banyak akal. Dia pun mendatangi seorang SPG cantik.
Kakek: "Dik, bisa bantu saya?"
SPG: "Kenapa, Kek?"
Kakek: "Saya kehilangan istri saya. Bisakah adik membantu saya."
SPG: "Kenapa kakek nggak minta bantuan bagian informasi aja, Kek?"
Kakek: "Percuma, Dik. Saya lupa dengan wajah dan juga baju yang dikenakan istri saya."
SPG: "Lalu, saya bisa bantu apa, Kek?"
Kakek: "Adik cukup duduk dekat-dekat saya. Nanti kalau ada nenek-nenek mendekat dan bawa pentungan, bisa dipastikan itu istri saya."
SPG: "????"
Tags: Humor
Posted in Humour | Comments Off
September 30th, 2009
Seorang kakek pergi ke sebuah pusat perbelanjaan bersama istrinya. Namun saat berbelanja, Kakek terpisah dari istrinya.
Kakek pun berusaha untuk mencari namun gagal. Sebab, kakek terserang "penyakit pikun" yang cukup parah. Untungnya sang kakek banyak akal. Dia pun mendatangi seorang SPG cantik.
Kakek: "Dik, bisa bantu saya?"
SPG: "Kenapa, Kek?"
Kakek: "Saya kehilangan istri saya. Bisakah adik membantu saya."
SPG: "Kenapa kakek nggak minta bantuan bagian informasi aja, Kek?"
Kakek: "Percuma, Dik. Saya lupa dengan wajah dan juga baju yang dikenakan istri saya."
SPG: "Lalu, saya bisa bantu apa, Kek?"
Kakek: "Adik cukup duduk dekat-dekat saya. Nanti kalau ada nenek-nenek mendekat dan bawa pentungan, bisa dipastikan itu istri saya."
SPG: "????"
Tags: Humor
Posted in Humour | Comments Off
September 30th, 2009
SUATU hari ayah Agus mengundang teman masa SMA untuk makan malam. Temannya itu adalah bekas preman dan seluruh tubuhnya dipenuhi tato.
Agus, yang masih kelas 5 SD, beserta ayah ibunya duduk satu meja makan saat itu.
Sejak tamu datang, Agus tidak pernah melepaskan pandangannya dari tangan teman ayahnya yang penuh tato itu. Dari matanya terlihat seakan-akan dia menyimpan tanda tanya besar.
Akhirnya dengan penuh kesopanan dia bertanya kepada teman ayahnya itu, "Maaf ya, Om. Apakah ibunya Om nggak pernah memberi kertas untuk menulis?"
Tags: Humor
Posted in Humour | Comments Off