2008 December | kotacantik.net

Perampokan Di Dalam Bis Kota

December 31st, 2008

Dua pria bersenjata golok dan celurit membajak sebuah bis kota. Salah seorang diantaranya yang bertubuh jangkung dan berwajah tampan, mengancam para penumpang. "Serahkan semua barang berharga! AWAS kalau ada yang berani melawan!! AKAN KAMI BUNUH!!!".

Semua penumpang ketakutan, lalu memenuhi permintaan perampok tersebut. Setelah barang-barang berharga dan dompet para penumpang terkumpul, si tampan itu kemudian berkata " HEHEHE, TERIMA KASIH SODARA-SODARA SEKALIAN.. SEKARANG kami akan MENAMPAR SEMUA PENUMPANG PRIA dan MENCIUM SEMUA PENUMPANG WANITA!!".

"JANGAN!!", kata perampok satuny yang gendut dan jelek. "Kita harus menghargai semua wanita seperti kita menghargai ibu kita.."

namun tiba-tiba seorang penumpang nenek-nenek berteriak : "HEII BUNG YANG PENDEK GEMUK!! JANGAN IKUT CAMPUR!! KALAU TEMAN SITU BILANG CIUM, YA CIUM AJA!!"

Tags:
Posted in Humour | Comments Off

Anak Muda Dan Gembala Kambing

December 31st, 2008

Saat lagi jalan-jalan seorang anak muda bertemu dengan bapak gembala kambing di tanah lapang. Untuk menjalin keakraban, anak muda itupun mengajak berbincang-bincang dengan bapak gembala tersebut.

Anak Muda : "Pak, kambingnya banyak ya, makannya apa?"
Gembala : "Yang putih atau yang hitam?"
Anak Muda : "Yang putih?"
Gembala : "Kalo yang putih makannya rumput"
Anak Muda : "Yang hitam?"
Gembala : "Sama"

Si anak muda agak keki, tapi nanya lagi.

Anak Muda : "Kambingnya banyak susunya, ya?"
Gembala : "Yang putih atau yang hitam?"
Anak Muda : "Yang putih?"
Gembala: "Yang putih susunya banyak sekali"
Anak Muda : "Yang hitam?"
Gembala : "Sama"

Si anak muda makin keki.

Anak Muda : "Kalo memang jawabannya sama, kenapa Bapak selalu membeda-bedakan kambing hitam atau putih?"
Gembala : "Karena yang putih itu punya saya, Nak"
Anak Muda : "Lalu yang hitam punya siapa?"
Gembala : "Sama"
Anak Muda : "@#$%$^&&*"

Tags:
Posted in Humour | Comments Off

Permohonan Ampunan

December 31st, 2008

Ada 3 orang anggota DPR yang terkena berbagai macam kasus, sebut saja Agung, Bagio, dan Tanto. Mereka berada di tiga tempat berbeda, di malam hari mereka pun masing-masing khusyuk berdoa, demi keselamatan bangsa dan kesejahteraan SDM di jajarannya.

Agung pun berdoa, "Ya Allah mohon ampun, hambaMu sujud minta wejangan apa yang harus hamba lakukan untuk kelancaran pekerjaan kami menyerap aspirasi rakyat Indonesia?" Sejenak ruangan sunyi, namun tiba-tiba muncul senoktah cahaya yang menerobos dekat jendela.

Dan terdengarlah suara bernada datar, mengalir perlahan dengan syahdunya, "Wahai umatku yang kusayangi, Agung yang bijaksana. Sungguh mulia kalian diberi kepercayaan menjadi wakil rakyat. Namun sungguh durhaka, kepercayaan itu, kalian jadikan peluang untuk meraup untung. Agung!!...Jangan mengaku wakil rakyat, bila ruang sidang tidak bersih dari pikiran maksiat, dan ambisi material." Agung pun menangis dan sujud mohon ampun.

Sementara di tempat lain, di sebuah ruangan yang temaram, tampak sesosok umat sedang menyembah dan bersujud berharap mujikzat.
Bagio pun berserah, "Ya Allah tunjukkan jalanMu. Dan berilah hambaMu ini jalan keluar, agar jajaranku ini tidak terperosok di lembah hitam kemarukan, dan keserakahan menimbun harta dan uang..."

Tiba-tiba senoktah cahaya, seperti garis putih dari langit menerobos pilar teras, sampai ke ruangan doa.

Dan suara itu pun bergema, "Wahai umatku yang kukasihi, wahai Bagio...Siramlah anak buahmu dengan cahaya iman tiap hari. Mengapa tiap hari? Karena yakinlah dosa sogok di jajaran kamu, sudah mengakar seperti pohon beringin tua diseberang jalan itu."

Tertegunlah Bagio. Dia loyo dan ia pun menangis tersedu-sedu memohon ampunan.

Di malam itu juga, ketika cakrawala hitam kelam. Di atas sana, cahaya rembulan menembus dingin cemara di halaman rumah itu. Tanto itu pun berserah, mengulurkan tangan memohon ridho Allah.

Tanto pun berbincang segenap hati, "Ya Allah, tolong umatMu yang berdosa ini yang sudah meraup banyak uang yang bukan dari hakku, berilah jalan terang untuk keharmonisan di jajaranku. Berikan jalan kepada hambaMu ini..."Belum selesai kata terakhir terucap, ruangan itu pun terang benderang dan menyilaukan sekali.

Lalu terdengarlah suara yang keras... "TANTO MENYERAHLAH..!!!" Tantopun terperangah, dan terkejut bahwa tanpa disadarinya serombongan polisi telah mengepungnya..

Tags:
Posted in Humour | Comments Off