September 30th, 2008
Pada suatu hari waktu pelajaran sejarah. Ibu guru bertanya kepada salah satu muridnya yang sedang ketiduran dalam kelas. Murid itu bernama budi..
Bu Guru : "Budi,kenapa kamu tidur..??"
Budi : "Saya ngk tidur kog bu...!!"
Bu Guru : "Kalau begitu...coba jawab pertanyaan ibu.."
Bu Guru : "Siapa yang menandatangani Teks PROKLAMASI..??"
Budi kebingungan sambil menjawab :
Budi : "Bukan saya Bu...mungkin Dia kali..(sambil menunjuk teman disampingnya)
Dengan perasaan marah. Bu Guru lalu mengusir Budi dari dalam kelas.
Karena di usir, Budi menangis dan langsung pulang ke rumah.. sesampai di rumah. Ayah budi bingung melihat Budi yang pulang cepat sambil menangis.
Ayah budi bertanya..
Ayah : "Kenapa kamu Budi,kok pulang cepat sambil nangis..??"
Budi : "Hu..hu..hu...aku di marahin Bu Guru..!"
Ayah : "Kenapa kamu dimarahin..??"
Budi : "Karena aku nggak bisa menjawab pertanyaan dari Bu Guru.."
Ayah : "Emang pertanyaan apa??"
Sambil menangis,budi menjelaskan kejadian waktu di sekolah.. tersentak,Ayah Budi kaget dan marah. Keesokan harinya Ayah Budi datang ke sekolah dengan maksud ingin ketemu dengan Bu Guru yang mengusir Budi. sesampai di sekolah,sang Ayah marah2.
Ayah : "Kenapa kemarin anak saya di keluarin dari kelas hanya gara-gara pertanyaan sepele itu..??"
Bu Guru : "Wajar kan Pak..!"
Bu Guru : "Masa yang menandatangani TEKS PROKLAMASI aja dia nggak tau..!!"
Ayah : "Kan Budi sudah bilang...kalau yang menandatangani TEKS PROKLAMSI itu bukan dia...saya juga bukan...!!!"
Bu Guru : "@#$!@#$*&"
Dengan emosi yang meluap... Budi dan Ayahnya di suruh pulang dan ngk boleh kembali lagi... dengan perasaan marah dan sedih,Budi dan Ayahnya pulang kerumah..
Di perjalanan mereka di tegur Pak Lurah..
Pak Lurah : "Loh pak..habis dari mana?? kok wajahnya lesu bnget..?? tuh si Budi kok nangis???"
Ayah : "Si Budi di pecat dari sekolahnya.."
Pak Lurah : "Loh,,kenapa...???"
Ayah : "Karena Budi nggak bisa menjawab pertanyaan Bu Guru.."
Pak Lurah : "Loh,emang pertanyaan apa yang di beri Gurunya..?? kok bisa sampai di pecat...??"
Ayah : "Bu Guru bertanya,,,"SIAPA YANG MENANDATANGANI TEKS PROKLAMASI..??"
Pak Lurah : "Hanya karena itu aja.....???"
Dengan rasa marah yang besar si Pak Lurah bilang...
"MAN...MANA...MANA....TEKS PROKLAMASINYA,BIAR SAYA TANDATANGANI..."GITU AJA KOK REPOT...!!!"
Ayah & Budi : "#$@^&%$#@"
Tags: Humor
Posted in Humour | Comments Off
September 30th, 2008
Di daerah Brebes tepatnya di samping kantor pemerintahan ada gang kecil yang menuju pekarangan warga. setiap pagi ada seorang karyawan kantor pemerintahan selalu menuju ke gang tersebut.
Hal itu tidak dilakukan satu sampai dua kali tapi berkali-kali. Hal ini tentu saja mengundang curiga teman kerjanya.
Yono : "Apa yang dilakukan Wasdiun ya, setiap pagi pasti ke samping kantor menuju pekarangan warga?" Pengin aku selidiki ah... ada apa yang dilakukan Wasdiun?" berkata dalam hati dengan penuh curiga.
Pagi - pagi sekali Yono berangkat ke kantor dan sembunyi di pekarangan sebelah kantornya.
Yono : "Wah, Wasdiun sudah datang, apa yang akan dilakukannya ya?"
Wasdiun berjalan dengan santai sambil tengak-tengok kiri kanan lalu memanjat pohon mangga yang tidak agak tinggi. Tangan Wasdiun meraba sebuah sarang burung.
Wasdiun : "Waduh, ternyata telur burungnya belum menetas"
Lalu Wasdiun turun dari pohon lalu kembali ke kantor. Yono pun juga ikut kembali ke kantornya dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui oleh Wasdiun.
Besoknya Yono melakukan hal serupa yaitu mengintip, dan Wasdiun pun melakukan hal yang sama seperti kemarin.
Yono bertanya-tanya sendiri
Yono : "Apa yang dilakukan Wasdiun Ya?"
Lalu Yono naik ke pohon tersebut dan meraba apa yang diraba Wasdiun.
Yono : "Oh...ternyata sedang menanti telur burung ciblek menetas ya?". Aku ada akal supaya Wasdiun tidak sering ke pekarangan ini.
Telur yang di sarang burung di ambil lalu di ganti dengan kotoran manusia lalu ditaruh di sarang burung.
Yono : "Mampusluh Wasdiun biar tahu anak burung yang menetas"
Sampai paginya datang lebih awal tapi tidak mengintip di pekarangan dia hanya di parkiran. Wasdiun datang.
Yono : "Mau kemana Un?"
Wasdiun : "Biasa mau ke belakang"
Wasdiun berjalan dengan santai. sampai ditempat yang dituju lalu naik ke pohon lalu meraba sarang burung tersebut.
Wasdiun : "wah ternyata sudah menetas ya? Lho ko agak basah?" berkata penuh keheranan.
Lalu tangan wasdiun yang basah diciumkan ke hidung dengan penuh curiga.
Wasdiun : "Lho ko baunya begini? Ni kan kotoran manusia! Asem ada yang ngerjain saya!"
Lalu Wasdiun kembali ke kantor lagi . Yono sudah menunggu di kantor
Yono : "Gimana ke belakangnya? Lancar?" tanya Yono
Wasdiun : "Lancar gundulmu!!!!!!"
Tags: Humor
Posted in Humour | Comments Off
September 30th, 2008
Ada 2 orang anak kecil,berdebat, membangga2kan hp bapak mereka. Seperti ini percakapan mereka.
Adi : "HP bapak ku udah 3.5G lho. Jadi video call ga putus2 lagi."
Budi : "Masih 3.5G??, HP bapakku uda 4G. Bluetoothnya radius 5km."
Adi gak mau kalah,
Adi : "HP bapak ku tahan air."
Budi : "HP bapak ku tahan api."
kedua anak mulai aneh
Adi : "HP bapakku ada TVnya, bisa nonton."
Budi : "Pasti siaran lokal. HP bapakku banyak channelnya, soalnya pakai indovision,telkomvision, dan Astro."
Adi : "HP bapakku ada rodanya, kayak mobil gitu. Wekkkk..."
Budi : "Jangan bangga dulu, HP bapakku ada pomp bensinnya. pasti kalian isi bensin di HP bapakku.
Adi : "HP bapakku ada garasinya, kemarin aja masukin mobil ke HP bapak, bukan ke garasi."
Budi : "Lebih hebat lagi HP bapakku, ada ruang tamunya. Kemarin ada acara arisan, diadain di HP bapakku. wekkkkkk!!"
Adi : "HP bapakku bisa terbang, besok kami mau pergi ke Singapore, naek HPnya bapak."
Budi : "Ihhh, HP bapakku ada bandaranya. Aku yakin, kalian pasti mendarat diHP bapakku."
Adi : "HP bapakku pernah dapat juara nasional.Juara Catur"
Budi : "Nasional aja bangga!!, HPnya bapakku pernah juara internasional,juara olimpiade, angkat besi."
Adi : "Lebih hebat ya.. tapi HP bapakku juga dingin lho, ada ACnya."
Budi : "Grrrrrrrr... udah dulu ya di, kita tidur aja. besok pagi dilanjutin lagi, masih banyak kehebatan HP bapakku."
Padahal HP bapak kedua anak ini hanya Nokia 3315.
Tags: Humor
Posted in Humour | Comments Off